Adab Guru Terhadap Murid

Posted on

Adab Guru Terhadap Murid – Seorang guru harus memperhatikan beberapa adab agar ilmu yang disampaikannya kepada muridnya penuh keberkahan. Adab ini berkaitan dengan bagaimana guru menjaga dirinya dan hubungannya dengan Allah SWT. Sebagaimana disebutkan dalam pasal 2 artikel “Atak-Atak ke diri guru” dalam kitab Tadzkiratusami yang ditulis oleh Imam Ibnu Jamaah, terdapat beberapa poin tentang etiket. tercatat sebagai berikut:

Menjaga citra (identitas) Islam: Orang yang bertakwa adalah “bukti” Tuhan terhadap manusia biasa. Orang yang tidak berilmu menunjukkan orang yang saleh dalam perbuatannya, termasuk menjadi patokan perbuatan. Oleh karena itu, para ilmuwan harus selalu mendukung praktik, tetapi hanya dengan praktik utama. Sehingga masyarakat awam dapat menikmati ilmu dan pelajaran dari para ahli tersebut. Misalnya selalu shalat 5 waktu di masjid, menyampaikan salam kepada sesama, amar maruf nahi munkar, termasuk kesabaran dalam menerima penyimpangan dalam dakwah.

Adab Guru Terhadap Murid

Adab Guru Terhadap Murid

Taat pada apa yang direkomendasikan dalam syariah. Misalnya sering membaca Al-Qur’an, dzikir, shalat sunnah, puasa sunnah, dll. Berhati-hatilah dengan menghafal ayat-ayat Al-Qur’an, buatlah jadwal dengan Al-Qur’an agar tidak terputus dan tali silaturahim selalu terjaga.

Adab Yang Sering Dilupakan Murid Untuk Gurunya

Semangat menyikapi akhlak mulia.. Guru harus menjaga adab, seperti wajah cerah, salam, memberi makan orang lain, tidak mengganggu orang lain, simpati, memberi kebahagiaan kepada orang lain, harus melihat, tidak boleh marah. bersikap lembut, berbuat baik. kepada orang lain, murid-muridnya, saling membantu, dll. Jika dia melihat seseorang melakukan kesalahan, orang yang saleh harus memperlakukannya dengan ramah dan lembut. Contohnya adalah ketika mereka melihat Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, buang air kecil di masjid, dan ketika dia memarahi Muawiyah bin Hakam karena berbicara dalam doa.

Untuk mensucikan jiwa dan raganya, guru harus selalu mensucikan jiwa dan raganya dari akhlak yang kotor dan dihiasi dengan akhlak yang baik. Orang yang bertakwa harus menjauhi pengkhianatan, dengki, hujatan, kemunafikan, kemunafikan, kesombongan, dan perilaku serupa, menutup mata terhadap aibnya sendiri, dan menjauhi penghinaan terhadap orang lain. tobat, ikhlas, iman, ridha, merasa cukup dari rahmat Allah, bertapa, mengambil resiko dan selalu berusaha meneladani Nabi kita, semoga Allah memberinya keselamatan, dan menambah kecintaannya kepada Allah.

Terus berupaya meningkatkan kualitas keilmuan. Selalu berusaha mengikuti kebiasaan para ulama dalam meningkatkan kualitas ilmu, seperti belajar, mengajar, semangat belajar dan kesungguhan dalam menghindari pekerjaan yang sia-sia. kecuali untuk kegiatan darurat seperti makan dan minum, istirahat dari kelelahan, mencari rezeki, atau sakit. Sebaliknya, mereka menjadikan sains sebagai kedokteran atau menekuni sains sesuai dengan kemampuannya saat itu.

Tawadhu dalam mencari manfaat ilmu. Jangan bangga dengan ilmu yang telah kamu peroleh. Selalu semangat untuk belajar meskipun dari seseorang yang lebih rendah darimu dalam hal status, garis keturunan dan usia. dia tidak mau belajar dan menganggap dirinya cukup dan puas dengan ilmunya, dia adalah orang yang paling bodoh. NIAT TETAP DALAM ILMU DIPERLUKAN Harus ada jembatan antara lulusan dan Pondok Untuk menjadi tujuan hidup, kebutuhan dan tujuan hidup adalah doa.

Pentingnya Memuliakan Guru

Judul ini mungkin terlihat polos dan sederhana, namun maknanya luar biasa. Mengucapkan kalimat itu mudah, tetapi mempraktikkan isinya lebih sulit.

Tidak hanya siswa, tetapi juga orang tua siswa harus menunjukkan sopan santun kepada guru. Karena guru siswa juga guru siswa dalam hal kehormatan dan rasa hormat.

Akhir-akhir ini kita sering melihat, mendengar, bahkan menyaksikan atau merasakan banyak informasi dari media tentang sikap siswa atau orang tua siswa yang tidak menghargai atau menghormati guru, hal itu sering terjadi. Ada siswa atau wali murid yang langsung memanggil nama guru. Ada murid atau wali murid yang bertingkah laku di depan gurunya dan berucap kata-kata manis, dan ketika di belakang, lalu memarahi gurunya. Bahkan ada siswa atau wali murid yang melecehkan, memfitnah, dan mengancam akan menempuh jalur hukum terhadap guru.

Adab Guru Terhadap Murid

Meski sering dilupakan, apalagi jika ada masalah dengan gurunya, penuh emosi, atau jika tidak suka dengan gurunya, lupa bahwa guru adalah kunci ilmu, berkah ilmu bagi anak didik.

Peran Guru Dalam Membentuk Adab Siswa Dalam Manajemen Pendidikan Islam

Waratsatul anbiya (penerus para nabi), inilah gelar guru yang menyebarkan ilmu dan mengajarkan kebaikan. Gelar tinggi yang langsung diberikan oleh Nabi. Ini tidak sia-sia, karena Tuhan, para malaikat, orang-orang di langit dan di bumi, hewan darat dan laut berdoa kepada Tuhan untuk pengampunan bagi mereka yang menyebarkan ilmu dan guru yang baik (guru). Nabi kita صلى الله عليه وسلم:

Diberkatilah Anda

“Sesungguhnya Allah, para malaikat, manusia di langit dan di bumi, semut di dalam lubang dan ikan di dalam air, semuanya harus memohonkan ampun bagi para guru yang saleh” (Tirmidzi’s Narration).

Artinya: Barangsiapa menyakiti seorang ulama (guru) dengan lidah atau tangannya, maka ia seperti memakan daging gurunya. Seorang imam (guru) memiliki racun di dalam dagingnya, yang dapat menyebabkan rasa sakit dan bahkan membunuh hati orang yang menyinggung perasaannya. naudzu billah

Adab Menuntut Ilmu Menurut Pengarang Ta’lim Muta’allim

“Yang tidak menghormati yang tua, tidak menyayangi yang muda, tidak mengerti hak guru jangan ikut kelompok kami (HR Ahmad)”

Sabda Nabi memerintahkan kita agar guru diperlakukan sesuai dengan haknya. Hak paling dasar namun paling penting yang tidak boleh dilupakan oleh siswa dan orang tua adalah sopan santun yang diberikan kepada guru. Memiliki siswa atau wali siswa yang nakal dengan gurunya juga akan berdampak negatif. Efek samping yang paling berbahaya adalah hilangnya kenikmatan guru. Hilangnya berkah guru berujung pada hilangnya karunia ilmu yang sangat dicintainya, hingga ia tidak bisa mengamalkan dan menyebarkan ilmunya.

Adab terhadap guru, adab seorang murid terhadap guru, pidato adab murid terhadap guru, adab seorang murid kepada guru, adab murid dengan guru, sikap murid terhadap guru, adab pelajar terhadap guru, adab murid kepada guru, pidato adab terhadap guru, adab murid terhadap guru, akhlak murid terhadap guru, adab siswa terhadap guru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *